Berburu Sunrise & Pesona Tiga Puncak Gunung Merbabu Magelang

Diposting pada

Bagi para pecinta hiking, Gunung Merbabu menjadi salah satu spot yang wajib dicoba. Bagaimana tidak, lokasi yang menjadi salah satu objek wisata Magelang ini menawarkan pesona yang luar biasa.

Berburu Sunrise & Pesona Tiga Puncak Gunung Merbabu Magelang 1

Trip ke Gunung Merbabu menjadi salah satu alternatif pilihan terbaik untuk mengisi waktu senggang anda. Apakah anda tertarik? Sebelum berangkat, sebaiknya simak beberapa informasi dari kami berikut ini.

Sekilas tentang Gunung Merbabu

Gunung Merbabu merupakan gunung api bertipe Strato yang berada di Kabupaten Magelang. Secara geografis, lokasinya berada di 7,5° LS dan 110,4° BT.

Sedangkan secara administratif, Gunung Merbabu terletak di Kabupaten Magelang tepatnya di lereng sebelah barat.

Gunung ini juga masih berada di kawasan Boyolali yaitu di bagian lereng sebelah timur dan selatan. Sementara lereng bagian utara Gunung Merbabu berada di Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah.

Gunung Merbabu awalnya dikenal lewat naskah-naskah masa pra-Islam. Pada saat itu gunung ini lebih dikenal sebagai Gunung Damalung atau juga Gunung Pam(a)rihan.

Konon, di bagian lerengnya terdapat sebuah pertapaan terkenal yang pernah disinggahi oleh Bujangga Manik sekitar abad ke-15. Gunung Merbabu meletus sebanyak dua kali yaitu di tahun 1560 dan 1797.

Karakteristik Gunung Merbabu

Ketinggian Gunung Merbabu mencapai 3142 mdpl dengan puncaknya berada di ketinggian 3145 mdpl. Merbabu merupakan gunung api bertipe strato dan masih aktif hingga saat ini.

Berburu Sunrise & Pesona Tiga Puncak Gunung Merbabu Magelang 2

Wilayah Gunung Merbabu meliputi kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Montane, Hutan Dipterokarp Atas, serta hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Di kawasan Merbabu sendiri terdapat sebuah padang savana yang juga menjadi salah satu jalur pendakian.

Untuk karakteristik jalur pendakiannya cukup ramah dan tidak terlalu ekstrim sehingga sangat cocok bagi pendaki pemula.

Sejarah Gunung Merbabu

Sebagai salah satu gunung yang ada di Jawa Tengah, Merbabu memiliki kisah dan sejarah yang cukup unik. Sejarah terbentuknya Gunung Merbabu dikisahkan dalam naskah-naskah kuno yang ada pada masa pra-Islam.

Gunung berapi yang meletus terakhir tahun 1797 ini dikenal sebagai Gunung Damalung atau Gunung Pam(a)rihan. Menurut etimologi,  kata “merbabu” berasal dari perpaduan kata “meru” yang berarti gunung serta “abu” yang berarti abu-abu.

Nama tersebut dikabarkan baru muncul dalam catatan-catatan Belanda. Menurut catatan sejarah ini konon di lereng Gunung Merbabu ada sebuah pertapaan terkenal. Pertapaan tersebut disinggahi oleh Bujangga Manik di sekitar abad ke-15.

Misteri Gunung Merbabu

Kita tahu bahwa setiap gunung memiliki kisah dan misteri yang unik, tanpa terkecuali Gunung Merbabu ini.

Di balik pesonanya yang menakjubkan, terdapat misteri dan mitos yang beredar di masyarakat. Penasaran dengan misteri Gunung Merbabu? Berikut ulasannya.

Misteri Harimau Jadi-Jadian

Ada mitos yang beredar jika di sekitar Gunung Merbabu ini terdengar suara auman harimau. Namun, tak ada satupun warga yang pernah menemukan sosok atau wujud harimau tersebut.

Karena hal tersebut banyak yang mempercayai bahwa suara tersebut adalah harimau jadi-jadian. Namun banyak masyarakat setempat yang juga percaya bahwa makhluk tersbeut kini sudah tidak ada.

Meskipun begitu, tepat pada tahun 2008 yang lalu pernah ditemukan sesosok wanita yang tewas dengan luka mirip bekas terkaman harimau di hutan Gunung Merbabu. Jadi, bagaimana menurut anda?

Misteri Watu Gubug

Pernahkah anda mendengar kisah tentang Watu Gubug? Watu Gubug adalah sebuah batu bertumpuk yang bentuknya mirip dengan gua kecil.

Batu tersebut berada di jalur pendakian Thekelan dan para pendaki biasa menyebutnya Watu Gubug.

Banyak pendaki yang memanfaatkan tempat ini untuk berlindung terlebih saat ada hujan ataupun badai.

Yang menarik dari batu tersebut adalah konon tempat ini menjadi pintu gerbang sebuah kerajaan gaib di kawasan Gunung Merbabu. Tak hanya itu, gua kecil dan cukup sempit ini ternyata dapat menampung lima orang di dalamnya. 

Konon, jika gua ini bisa dimasuki oleh beberapa orang, hal ini menunjukkan bahwa penjaga kerajaan gaib memperbolehkan manusi tersebut memasuki alam mereka.  

Namun jika tidak, maka penjaga tersebut tidak mengijinkan manusia masuk ke alam mereka. Hal ini lumrah karena mereka juga dapat menolak kehadiran manusia tertentu yang tidak dikehendaki.

Misteri Penampakan Genderuwo

Tak hanya Watu Gubug, terdapat misteri lain yang mengiringi jlaur pendakian Gunung Merbabu. Di salah satu jalur pendakian Gunung Merbabu sering ada penampakan makhluk halus yang besar dan tinggi besar.

Katanya, makhluk tersebut sangat mirip dengan Genderuwo. Beberapa pendaki pun pernah melihat penampakan tersebut saat berada di Pos Bayangan 2 tepatnya jalur Cunthel.

Agar pendakian anda tetap nyaman, sebaiknya tetap bersikap sopan dan tidak sembrono selama dalam perjalanan. Usahakan tetap berhati-hati serta menjaga lisan dengan berkata yang baik.

Misteri Pasar Setan

Selain di Gunung Slamet, misteri pasar setan juga terdapat di Gunung Merbabu ini. Nampaknya, keberadaan pasar setan di pegunungan memang selalu ada dan bahkan sering ditemui secara langsung oleh pendaki.

Konon, di kawasan yang menjadi pasar setan Gunung Merbabu ini sering muncul berbagai gangguan makhuk halus. Misalnya, gangguan makhluk yang ikut naik ke atas punggung ataupun tas pendaki sampai ke puncak gunung.

Akibatnya, pendaki merasa semakin keberatan dengan tas bawaannya meski sebenarnya barang tersebut tidak seberapa. Misteri semacam ini biasanya akan dialami oleh pendaki yang suka mengeluh saat di perjalanan.  

Misteri Kerajaan Gaib di Puncak

Konon, masyarakat setempat meyakini bahwa di puncak Gunung Merbabu ada sebuah kerajaan gaib yang memiliki prajurit berseragam hijau dan merah.

Berburu Sunrise & Pesona Tiga Puncak Gunung Merbabu Magelang 3

Entah darimana kepercayaan semacam ini berasal. Namun, masyarakat meyakini bahwa mengenakan pakaian dengan kedua warna tersebut menjadi salah satu pantangan Gunung Merbabu.

Sehingga sangat disarankan bagi anda untuk tidak memakai pakaian dengan warna merah ataupun hijau. Hal ini ditujukan untuk mengindari hal yang tidak diinginkan seperti kerasukan, tersesat atau bahkan kecelakaan.

Fakta Seputar Gunung Merbabu

Di balik misteri yang  ada di Gunung Merbabu, tersimpan beberapa fakta menarik yang semakin menambah pesona seputar gunung ini yaitu sebagai berikut.

Fakta pertama adalah Gunung Merbabu memiliki 3 puncak utama yang kesemuanya menarik untuk dijelajah. Ketiga puncak tersebut adalah Puncak Trianggulasi, Puncak Kentengsongo serta Puncak Syarif.

Puncak Kentengsongo menjadi puncak tertinggi dari ketiga puncak tersebut.

Fakta kedua adalah terdapat 3 jalur pendakian utama yang dapat digunakan untuk mencapai puncak Gunung Merbabu. Diantaranya adalah jalur pendakian Selo, Cunthel dan juga Wekas.

Salah satu jalur pendakian, yaitu jalur Selo dihiasi padang rumput yang penuh dengan bunga Edelweis yang begitu indah. Fakta ketiga, dari puncak Gunung Merbabu terlihat panorama yang menakjubkan gunung-gunung yang ada di Jawa Tengah.

Dari ketinggian, akan terlihat view gunung-gunung yang seperti mengelilingi Merbabu. Di sisi selatan terdapat Gunung Merapi dan di sisi barat terlihat kokohnya Gunung Sumbing dan Sindoro.

Di sisi utara terlihat gagahnya Gunung Ungaran, Gunung Telomoyo, dan Gunung Andong. Sedangkan di sisi timur akan tampak Gunung Lawu yang agak sedikit samar.

Fakta keempat adalah jarak dari Gunung Merbabu cukup dekat dengan Gunung Merapi. Oleh karena itu jalur menuju Gunung Merbabu bisa juga jalur mendaki Gunung Merapi, yaitu via Selo.

Fakta kelima adalah mengenai keindahan sunrise Gunung Merbabu yang sangat cantik dan menakjubkan.

Selanjutnya terdapat jembatan setan yang merupakan jalur pendakian yang sangat ekstrem. Kondisi medan jalur pendakian Gunung Merbabu ini sangat terjal dan berada tepat sebelum mencapai Kentheng Songo.

Jalur Pendakian Gunung Merbabu

Di atas telah disebutkan bahwa terdapat tiga jalur utama pendakian Gunung Merbabu. Namun, saat ini sebetulnya ada banyak jalur pendakian Gunung Merbabu untuk pemula.

Berburu Sunrise & Pesona Tiga Puncak Gunung Merbabu Magelang 4

Beberapa diantaranya adalah jalur Selo atau Boyolali, jalur Tekelan yaitu melalui Kopeng (Salatiga), dan jalur Suwanting via Magelang. Selain itu ada pula jalur utama yaitu jalur Wekas dan jalur Chuntel yang keduanya bisa dimulai di Kabuppaten Magelang.

Walaupun terdapat beberapa alternatif jalur pendakian, namun yang paling menjadi favorit di Gunung Merbabu adalah Merbabu via Selo.

Jika anda penasaran bagaimana dan seperti apa jalur pendakian Gunung Merbabu untuk pemula ini, simak ulasannya berikut ini.  

Merbabu Via Selo

Jadi dari mana anda bisa memulai mendaki jika ingin menggunakan jalur Selo ini? pertama, anda harus samapi di basecamp Seloyang cukup mudah untuk dijangkau.

Dari Magelang atau Boyolali, anda bisa menggunakan transportasi umum seperti bus dan turun di pasar Selo dan polsek Selo. Dari pasar ini anda bisa menggunakan ojek ataupun jalan kaki menuju ke Basecamp atau Pos 1.

Perlu diingat bahwa jalan menuju Basecamp Selo ini terkenal cukup sulit. Namun jangan salah, Selo menjadi salah satu jalur pendakian Merbabu yang paling indah.

Jalur pendakian Selo juga memiliki beberapa spot basecamp untk beristirahat. Untuk lebih jelasnya, mari simak beberapa deskripsi basecamp jalur pendakian via Selo berikut ini.

Basecamp ke  Pos 1

Estimasi pendakian Merbabu via jalur Selo ini diperkirakan mencapai waktu 8-9 jam untuk sampai puncak. Gerbang pendakiannya terletal beberapa meter saja dari Basecamp.

Dari Basecamp menuju pos 1 karakter jalurnya datar dan agak sedikit menanjak. Di track ini anda akan ditemani pemandangan hutan pinus dan hutan hijau dengan estimasi waktu sekitar 2,5 jam.

Pos 1 ke Pos 2

Selanjutnya perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 anda akan menemukan sedikit tanjakan dan  pemandangan sedikit lebih terbuka. Di sini anda disuguhi pemandangan hutan hijau dan sebuah bukit di Pos 3.

Sesaat sebelum sampai di Pos 2 terdapat sebuah tanjakan yang menjadi tanjakan terberat sebelum tiba di Pos 2. Pos 2 ini memiliki lahan yang cukup luas sehingga bisa menjadi tempat mendirikan tenda

Untuk waktu yang dibutuhkan dari Pos 1 menuju Pos 2 ini adalah 30 menit. Setelah itu anda bisa sekedar beristirahat atau langsung melanjutkan perjalanan ke Pos 3.

Pos 2 ke Pos 3

Mulai dari Pos, track pendakian akan semakin menanjak dan agak licin apalagi  di saat musim hujan. Sehingga anda harus ekstra hati-hati saat berada di jalur ini.

Saat perjalanan menuju Pos 3, pemandangan akan sangat indah. Terlebih saat di Pos 3, anda akan berada di atas bukit yang luas dan di sini anda bisa mendirikan tenda.

Namun harap berhati-hati karena sangat terbuka jadi agak berbahaya jika saat cuaca buruk. Dari pos ini anda juga bisa melihat megahnya gunung Merapi.

Gunung Merapi berada di sebelah kiri bukit ini. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk mencapai Pos 3 sekitar 1 jam.

Pos 3 ke Sabana 1

Banyak yang bilang kalau jalur ini menjadi jalur tersulit dan terberat yang ada di pendakian Merbabu via Selo. Dari Pos 3, anda harus menanjak dengan track yang memiliki kemiringan lebih dari 60 derajat.

Di balik sulitnya medan ini, namun pemdangan yang terlihat di sini sungguh luar biasa. Terdapat deretan kebun bunga Edelweis yang terhampar di atas bukit.

Tak hanya itu, spot ini juga menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan sunset di Merbabu. Tampak dari sini view gunung Merapi yang gagah dan dikelilingi awan.

Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Sabana 1 dari Pos 3 adalah sekitar 2 jam.

Sabana 1 ke Sabana 2

Saat sampai di Sabana 1, anda akan disuguhi sebuah lahan sabana rumput seluas lapangan dengan rerumputan hijau dan bukit di sekelilingnya. Di Sabana ini anda bisa mendirikan tenda untuk beristirahat.

Namun, sebagian pendaki pemula biasa kebanyakan hanya bisa sampai di sabana 1 ini saja. Karena selain treknya melelahkan, pemandangan sabana 1 juga cukup memuaskan.

Bagi anda yang ingin tetap melanjutkan menuju puncak, maka perjalanan akan dilanjutkan ke Sabana 2.

Nah, untuk sampai di Sabana 2 anda harus menuruni serta mendaki bukit lagi dengan track licin dan juga menanjak. Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di lokasi Sabana 2 adalah sekitar 1 jam.

Sabana 2 ke PUNCAK

Sudah bukan hal asing lagi banyak pendaki yang mengehntikan pendakian dan mendirikan tenda sebelum summit attack di lokasi Sabana 2.

Hal ini dikarenakan selain tempatnya sangat luas pemandangannya juga begitu indah. Di Sabana 2 anda bisa menyaksikan secara langsung padang bunga Edelweis dan mengabadikannya kedalam kamera.

Sementara dari Sabana 2, untuk dapat mencapai puncak membutuhkan waktu selama 2 jam dengan jalur yang bervariasi.

Karakter jalurnya ada yang menurun, landai sampai menanjak. Namun hal ini tak seberapa dibandingkan keindahan yang ada di puncak Merbabu.

Bagi anda pendaki yang ingin summit attack, biasanya hal ini dilakukan  jam 3 pagi. Seperti disebutkan sebelumnya, Gunung Merbabu memiliki 3 puncak, yaitu Kenteng Songo (3.142 Mdpl), Triangulasi di sebelah kiri (3.142 Mdpl), dan Syarif di sebelah kanan (3.119 Mdpl).

Namun biasanya para pendaki lebih memilih puncak Kenteng Songo karena puncak ini tepat berada di belakang lokasi gunung Merapi.

Sedikit saran bagi anda yang ingin mencoba track Merbabu via Selo, usahakan membawa logistik pendakian Merbabu dan juga air yang cukup agar aman saat di perjalanan.

Perlu diketahui bahwa tidak ada sumber air di sepanjang jalur sampai puncak. Selain itu sangat disarankan pula untuk mendirikan tenda terakhir di lokasi Sabana 2 saja.

Merbabu Via Chuntel (Magelang)

Jalur berikutnya yang bisa menjadi alternatif pendakian adalah melalui Desa Cunthel ini. Jalur ini cukup mudah bagi pendaki karena sudah banyak tanda penunjuk untuk memudahkan pendakian ke puncak.

Basecamp nya terletak di perkampungan sehingga para pendaki bisa mengambil persediaan air sebagai bekal perjalanan. Perjalanan via Chuntel bisa dimulai dari perkebunan penduduk dan menanjak hingga di area perbukitan.

Setelah 30 menit, anda akan menuju di Pos 1 dan melanjutkan perjalanan ke Pos Bayangan 2 dimana terdapat sebuah bangunan untuk berteduh.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju pos Pemancar dengan track terbuka yang dipenuhi tanaman alang-alang. Di Pos ini anda akan menemukan batu-batu berukuran besar yang bisa dijadikan tempat berlindung saat badai.

Setelah itu anda harus menuju ke turunan Pos Helipad. Di pos ini anda akan disuguhi pemandangan Gunung Kukusan di sisi kanan dan kawah berwarna putih.

Tak jauh dari kawah tersbut terdapat sumber mata air. Perjalanan kemudian dilanjutkan di sebuha track yang cukup ekstrem dan tanjakan yang sangat terjal.

Harap berhati-hati saat melewati track ini karena di sisi kanan dan kiri jalan adalah berupa jurang. Karena sangat sulit, tanjakan ini biasa disebut dengan Jembatan Setan dan menjadi satu-satunya jalur tersulit.

Selanjutnya, anda akan tiba di sebuah persimpanga. Dari persimpangan ini jika anda ke arah kiri akan menuju ke Puncak Syarif sementara ke arah kanan menuju Puncak Kenteng Songo.

Merbabu Via Wekas

Jalur Wekas menjadi jalur yang begitu populer sebab jaraknya lebih dekat. Selain itu jalur ini memiliki banyak sekali sumber mata air terutama di kawasan Pos 2.

Sepanjang perjalanan, anda akan ditemani ladang perkebunan milik warga sekitar. Di Pos 1, anda akan mendapati sebuah balai untuk beristirahat serta beberapa warung.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan menuju ke Pos 2 dengan estimasi waktu sekitar 2 jam. Jalur ini memiliki karakter medan menanjak dan terjal.

Dari Pos 2 , akan ada jalur dengan dua aliran sungai  dan membentuk sebuah air terjun bertingkat. Hal ini menimbulkan pemandangan yang sangat cantik ditambah background puncak Gunung Merbabu yang menakjubkan.

Setelah itu, anda akan melanjutkan perjalanan menuju ke puncak. Dari ketinggian puncak Merbabu, anda akan disuguhi pemandangan alam yang sangat mempesona.

Harga Tiket Masuk Pendakian Gunung Merbabu

Bagi anda yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Merbabu perlu mengetahui retribusi pendakian gunung Merbabu. Biaya retribusui yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp. 15.000/orang.

Sementara akan ada juga biaya parkir motor Rp. 3.000 bagi yang membawa kendaraan. Perlu diketahui pula bahwa wisata gunung Merbabu tidak menerapkan sistem kuota.

Hal tersebut berarti tidak ada batasan tentang berapa jumlah pendaki yang diperboleh naik atau mendaki di gunung ini.

Jadi, anda bisa kapan saja dan dengan siapa saja bisa melakukan pendakian di Gunung Merbabu ini. Tidak sulit kan? Jika sudah siap, yuk segera siapkan itinerary Gunung Merbabu dan segera summit attack di sana!

Gambar Gravatar
Hidup itu petualangan yang berani atau tidak ada sama sekali.