7 Info Penting Pendakian Gunung Semeru Jawa Timur 2019

Diposting pada

Apabila anda pernah menonton film Indosenia berjudul 5 CM, tentu anda sudah begitu akrab dengan Gunung Semeru.

Sehingga tak heran banyak yang menyebut gunung ini sebagai Gunung Mahameru 5cm. Ya, kawasan berpredikat tanah tertinggi di Pulau Jawa ini memiliki puncak Gunung Semeru yang bernama Mahameru.

Namun apakah anda tahu sejarah dan beberapa hal penting tentang Gunung Semeru? Jika belum, yuk ikuti pembahasan kami di artikel berikut.

Gunung Semeru

Gunung Semeru memiliki ketinggian mencapai 3676 mdpl. Hal ini membuat puncak Semeru atau Mahameru didapuk sebagai puncak tertinggi di Jawa serta gunung berapi tertinggi ke-3 di Indonesia.

Sementara gunung berapi tertinggi pertama adalah Gunung Kerinci dengan ketinggian 3805 mdpl dan kedua adalah Gunung Rinjani dengan ketinggian 3726 mdpl.

Meski terbilang cukup tinggi , pendakian Gunung Semeru tergolong ramah. Namun demikian, perlu anda ketahui bahwa sebetulnya pendakian menuju ke Mahameru sendiri adalah ilegal.

Hal ini sangat tidak direkomendasikan terutama oleh pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau TNBTS. Alasannya adalah karena status Waspada Gunung Semeru yang akan sewaktu-waktu muncul.

Karena menurut informasi, status Gunung Semeru masih aktif dan dapat sewaktu-waktu melontarkan lava pijar ke arah puncak gunung. Sehingga akan sangat berbahaya bagi para pendaki.

Bahkan pernah ada satu tragedi menimpa salah seorang pendaki bernama Soe Hok Gie yang wafat karena menghirup gas beracun di puncak Mahameru ini. Kejadian tersebut menimpanya tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27.

Untuk itu harap berhati-hati saat anda mendaki Gunung Semeru ini, karena ditakutkan dapat meletus kapan saja. Bahkan ada kabar bahwa Gunung Semeru meletus 2018 namun hanya sebuah letusan kecil saja.

Deskripsi Gunung Semeru

Gunung Semeru atau disebut Gunung Meru merupakan sebuah gunung berapi kerucut yang terletak di Jawa Timur. Gunung Semeru menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak yang disebut Mahameru (3.676 mdpl).

Secara administratif, Gunung Semeru termasuk dalam wilayah 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Malang dan Lumajang di Provinsi Jawa Timur. Gunung ini berada dalam kawasan TNBTS atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Tak hanya itu, Semeru juga meliputi kawasan hutan Dipterokarp Bukit dan Atas, hutan Montane, serta Hutan Ericaceous atau disebut juga hutan gunung.

Untuk posisi geografis, Gunung Semeru berada di antara 8°06′ LS dan 112°55′ BT. Gunung berapi tertinggi ke-3 di Indonesia ini memiliki kawah di puncak yang terkenal dengan nama Jonggring Saloko.

Tahun 1913 dan 1946, Kawah Jonggring Saloka mempunyai kubah setinggi 3.744,8 m sampai akhir November 1973. Di bagian selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah gunung hingga menyebabkan aliran lavanya mengarah ke sebelah selatan.

Kawasan sebelah selatan Semeru ini meliputi wilayah Pronojiwo dan juga Candipuro di daerah Lumajang.

Sejarah Gunung Semeru

Mengenai sejarah Gunung Semeru pertama kali ditemukan di dalam sebuah kitab kuno yang berjudul Tantu Pagelaran. Kitab ini ditulis pada abad ke-15 yang isinya menjelaskan tentang asal usul Gunung Semeru di Pulau Jawa.

Di dalam kitab tersebut disebutkan bahwa konon dulunya Pulau Jawa adalah sebuah kawasan terapung dan terombang-ambing tanpa arah di tengah samudra.

Menurut kepercayaan warga setempat, saat itu muncul Dewa Shiwa. Dewi ini berusaha untuk “memaku” Pulau Jawa dengan meletakkan Gunung Meru ke wilayah Pulau Jawa tersebut.

Hyang Shiwa dianggap dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu. Konon, Gunung Mahameru Bharatawarsa awalnya berada di India dan dipindahkan ke Pulau Jawa.

Hal tersebut dapat terjadi berkat bantuan Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Dewa Wisnu sendiri menjelma menjadi kura-kura raksasa sementara Dewa Brahma menjelma sebagai ular yang sangat panjang.

Kemudian, Gunung Meru ditancapkan di wilayah barat barat Pulau Jawa. Namun, hal ini membuat Pulau Jawa menjadi berat sebelah.

Maka dari itu sebagian Gunung Meru ditancapkan di wilayah timur Pulau Jawa agar Pulau Jawa menjadi seimbang.

Gunung yang berada di sisi barat Jawa ini diberi nama Gunung Pananggungan. Sementara gunung yang ditancapkan di sisi timur Jawa diberi nama Semeru atau Mahameru.

Seperti itulah asal usul Gunung Semeru terjadi menurut kepercayan banyak orang. Sehingga tak heran banyak yang menyebut bahwa gunung Semeru menjadi temat bersemayam para dewa.

Misteri Gunung Semeru

Dari kisah sejarah Gunung Semeru di atas, kita dapat memahami mengapa Gunung Semeru mendapatkan julukan Mahameru untuk nama puncaknya.

Hal ini didasarkan pada kepercayaan warga hingga saat ini tentang misteri Gunung Semeru yang menjadi tempat berkumpul para dewa. Tak hanya itu, gunung ini dipercaya menjadi gerbang terhubungnya bumi, tempat tinggal manusia serta kayangan.

Oleh karena itu, banyak misteri yang masih saja belum terpecahkan berkaitan dengan gunung ini. Seperti apakah misteri Gunung Semeru? Berikut kami paparkan beberapa hal unik tentang Semeru.

Misteri Juru Kunci Semeru: Mbah Dipo

Hampir seluruh gunung di Indonesia mempunyai juru kunci. Juru kunci tersebut dipercaya adalah seseorang yang mampu menerima pesan dari gunung.

Pesan atau hal seperti apa yang akan terjadi pada gunung ataupun kapan meletus dan tentang bencana yang akan terjadi. Mbah Dipo ini adalah juru kunci Gunung Semeru yang sudah meninggal dunia.

Namun, terdapat berita yang santer di kalangan pendaki bahwa Mbah Dipo ini memberikan pesan kepada seluruh warga sekitar Semeru ataupun pendaki.

Yaitu apabila Semeru meletus, maka disarankan untuk pergi ke arah sungai bukan ke arah Gunung Sawur. Entah benar atau tidak kisah ini tidak ada yang mengetahui kepastiannya.

Misteri Arcopodho

Arcopodho banyak dikaitkan dengan adanya dua patung ghaib prajurit Kerajaan Majapahit yang tak kasat mata. Kawasan Arcopodho sendiri merupakan salah satu tempat istirahat untuk pendaki karena datarannya yang cukup luas.

Menurut kisah yang beredar, di tempat ini ada dua patung prajurit yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Anehnya, dua patung ini hanya bisa dilihat oleh seseorang yang memiliki mata batin.

Jika ditelisik dari asal usul namanya, Arcopodho artinya dua arca atau juga dua penjaga. Memang banyak pendaki yang mengaku sudah pernah melihat kedua patung ini.

Uniknya, mereka memiliki anggapan yang berbeda tentang ukuran patung tersebut, ada yang bilang bahwa ukurannya seperti anak kecil, ada pula yang bilang besarnya seperti raksasa.

Misteri Ikan Mas Ranu Kumbolo

Mungkin anda sudah tak asing dengan nama Ranu Kumbolo. Danau di puncak Meru ini memiliki ikan mas di dalamnya dan dipercaya dewi penjaga.

Saking sakralnya, terdapat larangan yang menyatakan untuk tidak memancing ataupun menangkap ikan mas di Ranu Kumbolo ini. Karena dipercaya ikan tersebut merupakan jelmaan dari para dewi yang bertugas menjaga Ranu Kumbolo.

Namun belum ada kepastian tentang benar atau tidaknya kabar ini. Namun nyatanya, masih banyak pendaki yang tetap menangkap ikan dan memancing di sini.

Mitos Dewi Penunggu Ranu Kumbolo

Selain adanya ikan mas, konon terdapat mitis lain mengenai dewi penunggu Ranu Kumbolo. Yaitu seorang dewi yang sering melakukan penampakan dengan memakai kebaya kuning.

Mitos tentang penunggu Gunung Semeru ini juga dikaitkan dengan ikan mas penunggu Ranu Kumbolo.

Kemunculan wanita dengan kebaya ini kabarnya selalu ditandai dengan dengan adanya kepulan asap pada saat bulan purnama datang. 

Misteri Kawasan Kelik

Bagi anda yang pernah mendaki Semeru tentu pernah mendengar cerita seram mengenai kawasan Kelik. Kelik merupakan sebuah tempat yang terdapat beberapa batu “in memoriam” di sekitarnya.

Batu tersebut merupakan penanda bahwa pernah ada orang yang meninggal di kawasan Gunung Semeru. Salah satu batu yang bisa anda temui adalah batu “in memoriam”  milik Soe Hok Gie.

Hal yang menyeramkan dari Kelik ini adalah para pendaki gunung ini sering mengalami kesurupan di sini. Konon, para pendaki tersebut dirasuki oleh roh baik manusia maupun roh binatang.

Misteri Tanjakan Cinta Ranu Kumbolo

Jika sebelumnya kita berbicara mengenai misteri Gunung Semeru yang menyeramkan. Kali ini akan kita bahas misteri yang cukup unik dan menarik yaitu misteri tentang tanjakan cinta.

Tanjakan cinta adalah jalur pendakian yang harus dilewati untuk menuju puncak dari wilayah Ranu Kumbolo. Tanjakan ini sebenarnya tidak terlalu terjal namun cukup panjang.

Konon, siappaun yang dapat melewati tanjakan ini tanpa menoleh dan tanpa istirahat maka permohonan cintanya akan terwujud. Karena hal tersebut tanjakan ini dikenal dengan nama Tanjakan Cinta.

Misteri Puncak Mahameru sebagai Tempat Para Dewa

Seperti yang telah disebutkan, Puncak Mahameru menjadi titik tertinggi di Pulau Jawa. Keyakinan masyarakat Jawa kuno mengatakan bahwa puncak gunung ini menjadi tempat bersemayam para dewa.

Dan bagi para pendaki yang ingin mendengarkan suara-suara dewa, katanya bisa dengan bersemedi dulu di puncak ini. Bagaimana? Apakah anda percaya?

Mitos Gunung Semeru dengan Gunung Agung

Tahukah anda bahwa ada mitos mengatakan bahwa Gunung Semeru sebetulnya adalah Bapak Gunung Agung. Keyakinan seperti ini sangat diyakini dan dipegang teguh oleh masyarakat Bali.

Sebagian penganut Hindu percaya jika Gunung adalah Bapak Gunung Agung. Sehingga banyak dari mereka yang juga melakukan upacara sesaji untuk para dewa-dewa di Gunung Semeru.

Upacara sesaji semacam ini biasanya dilakukan setiap 8 hingga 12 tahun sekali. Tepatnya jika ada seseorang yang menerima suara ghaib dari dewa yang ada di Gunung Semeru.

Selain upacara sesaji, masyarakat Bali juga kerap datang ke Gua Widodaren yang terletak di sekitaran Bromo. Upacara sesaji ini dilakukan untuk mendapatkan Tirta Suci.

Mitos Semeru sebagai Paku Pulau Jawa

Seperti yang telah diceritakan, ada cerita masa lampau yang mengatakan bahwa Gunung Semeru adalah paku Pulau Jawa.

Hal ini dibuktikan di dalam kitab kuno dari abad 15 yang bercerita tentang asal usul Gunung Semeru ini.

Pesona Gunung Semeru

Keindahan Gunung Semeru sungguh tak bisa dipungkiri lagi. Pesonanya yang sangat menarik akan menghipnotis siapapun yang mendaki gunung ini.

Selama pendakian, anda akan disuguhi panorama alam yang begitu menakjubkan. Terdapat beberapa kawasan yang paling populer di Semeru, berikut ini listnya.

Ranu Pani

Sebelum melakukan pendakian Gunung Semeru, anda akan berada di salah satu kawasan bernama Ranu Pani. Ranu Pani merupakan sebuah danau yang ada di Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur.

Ranu Pani merupakan bagian dari TNBTS atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Di kawasan ini anda akan start pendakian dan menyelesaikan perijinan pendakian Semeru.

Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo adalah danau air tawar yang berlokasi di Pegunungan Tengger tepat di kaki Gunung Semeru. Luas danau ini mencapai sekitar 15 hektar.

Ranu Kumbolo menjadi tempat yang sudah tak asing lagi bagi para pendaki karena tempat ini memiliki pemandangan yang sangat indah.

Selain itu, lokasi danau ini juga kerap kali dijadikan tempat transit bagi yang ingin mencapai puncak Mahameru.

Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta adalah jalan setapak menuju bukit yang memiliki kemiringan 45 derajat. Letaknya ada tepat setelah danau Ranu Kumbolo dan menuju ke Oro-oro Ombo.

Oro-oro Ombo

Kawasan ini menjadi salah satu spot favorit pendaki terutama berfoto. Memang Oro-Oro Ombo menyuguhkan pemandangan yang sangat cantik yaitu padang savana yang luas.

Uniknya lagi, padang savana ini akan tampak bunga lavender bermekaran terutama saat musim tertentu. Sehingga akan tampak hamparan berwarna ungu dan menjadi view sempurna untuk berfoto.

Kalimati

Kawasan Kalimati menjadi lokasi transit tepat sebelum menuju puncak Semeru atau melakukan Summit Attack. Kalimati sendiri berasal dari nama sungai atau kali yang tidak berair.

Aliran airnya hanya terjadi saat musim hujan dan menyatu dengan aliran lahar gunung Semeru. Daerah ini berbentuk padang rumput dengan berbagai tumbuhan semak serta hamparan edelweis seluas 20 hektar.

Arcopodho

Arcopodho adalah titik sebelum menuju puncak Mahameru. Kata Arcophodho sendiri berasal dari Jawa kuno yang artinya tempat arca.

Karena letaknya di puncak, arca ini menjadi tempat tertinggi di Pulau Jawa. Namun sayangnya, tidak sembarang orang mampu melihat arca ini.

Mahameru

Puncak Mahameru menjadi pesona utama keindahan Gunung Semeru. Dari puncak anda akan disuguhi kawah yang dinamai Jonggring Saloko.

Menariknya, kawah ini selalu menyemburkan batuan vulkanis yang disertai asap membumbung tinggi setiap 10-15 menit sekali.

Itulah tadi beberapa fakta keindahan Gunung Semeru. Bahkan dalam satu momen, pesona lain nampak dari sini layaknya Gunung Semeru bertopi dan mmebentuk seperti payung.

Nah, apakah anda semakin tertarik untuk melakukan pendakian Gunung Semeru? Berikut ini kami sajikan informasi mengenai pendaftaran pendakian Gunung Semeru.

Pendaftaran Pendakian Gunung Semeru

Tak semudah pendakian gunung lainnya, pendakian Semeru membutuhkan persyaratan dan proses pendaftaran khusus. Berikut beberapa persyaratan pendaftaran Semeru.

  • Fotocopy identitas diri terbaru atau yang masih berlaku (2 lembar)
  • Surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas
  • Melakukan pengisian biodata bagi semua peserta
  • Melakukan pengisian formulir daftar barang bawaan bagi setiap anggota tim
  • Membayar karcis masuk sebesar Rp 17.500 (weekday) dan Rp 22.500 (weekend)
  • Mengisi buku tamu yang dilakukan di basecamp

Setelah proses pendaftaran di atas selesai anda bisa langsung melakukan pendakian. Bagi anda yang ingin mengetahui gambaran akses dan transportasi ke Gunung Semeru, berikut ulasannya.

Transportasi menuju Gunung Semeru

Untuk dapat mendaki Semeru anda harus terlebih dahulu ke Kota Malang. Para pendaki luar kota biasanya lebih suka memanfaatkan kereta api dengan tujuan Stasiun Kota Malang. 

Dari stasiun kota ini, anda bisa meneruskan perjalanan ke daerah Tumpang di Malang. Tumpang menjadi tempat untuk melakukan persiapan terakhir sebelum memulai pendakian ke Semeru.

Secara umum, kami akan berikan gambaran perjananan dari Jakarta ke Malang dengan rincian serta estimasi biayanya.

Jika anda menggunakan kereta api maka perjalanan alternatif anda bisa dari stasiun Gambir menuju stasiun Malang kota. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 150.000 sampai Rp 300.000 tergantung kelas apa yang anda ambil.

Sementara jika mengendarai bus, anda bisa mengeluarkan biaya sekitar Rp 200.000 sampai Rp 270.000. Ongkos tersebut masih tergantung dengan kondisi bus yang anda pilih.

Sementara dengan pesawat terbang anda bisa lebih hemat waktu namun ongkos yang anda keluarkan akan lebih mahal. Waktu yang dibutuhkan dengan pesawat adalah sekitar 2 jam saja sementara ongkosnya bisa sampai 10 kali lipat dengan bus.

Transportasi yang sangat disarankan untuk menuju ke Malang adalah perjalanan menggunakan kereta api. Dari stasiun Gambir, akan menuju Stasiun Kota Malang.

Selanjutya perjalanan akan dilajutkan ke daerah Tumpang bisa dengan naik angkot dengan ongkos sebesar Rp 30.000.

Namun, jika anda membawa rombongan biasanya akan diminta biaya sebesar Rp 100.000 hingga Rp 120.000 atu bisa lebih murah.

Setelah sampai Tumpang, anda bisa tinggal jalan kaki ke basecamp. Di basecamp ini anda wajib melakukan pendaftaran serta mengambil formulir.

Di sini anda juga sambil berbelanja logistik dan menyewa alat-alat jika dikira peralatan masih ada yang kurang. Setelah itu anda bisa menyewa jeep untuk tumpangan ke Ranu Pani.

Untuk menyewa jeep ini anda akan dikenakan biaya mulai dari Rp 50.000 per orang. Saat sudah di Ranu pani, anda bisa melakukan proses pendaftaran dengan menyerahkan formulir dan surat keterangan sehat.

Di sini anda akan diberikan briefing dan penjelasan mengenai tata tertib serta peraturan yang harus dipatuhi di sana.

Setelah selesai briefing serta mendapatkan ijin atau cap di formulir, anda bisa langsung membayar biaya pendakian Gunung Semeru. Tak hanya itu, anda juga akan dikenakan biaya menginap di TNBTS.

Jalur pendakian Gunung Semeru

Apakah anda membutuhkan info pendakian Gunung Semeru 2019? Berikut informasi lengkapnya.

Secara keseluruhan, pendakian ke Gunung Semeru dimulai dari basecamp Ranu Pani sampai pos Kalimati. Untuk karateristik medannya tidak begitu terjal dengan jarak tempuk cukup jauh yaitu 18 kilometer.

Sementara jalur pendakian Gunung Semeru 2019 ada dua yaitu via Gunung Ayek-Ayek dan via Watu Rejeng. Jalur Gunung Ayek-Ayek tergolong lebih singkat, namun medannya sangat berat.

Karena memiliki medan cukup sulit, medan ini tidak begitu populer. Sementara, jalur Watu Rejeng terkesan memiliki medan lebih bersahabat dan sudah berkembang sebagai destinasi wisata.

Jarak tempuh jalur Watu Rejeng ini dapat memakan waktu kurang lebih empat sampai lima jam. Info lebih jelas mengenai rincian pendakian Gunung Semeru.

Ranu Kumbolo menuju Kalimati

Di jalur ini anda akan melewati beberapa spot yaitu Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang, serta Jambangan.

Waktu tempuh dari Ranu Kumbolo hingga ke Kalimati kurang lebih tiga sampai 4 jam. Di daerah Kalimati anda akan menemukan sebuah sumber air sejauh 60 menit waktu perjalanan pulang-pergi.

Kalimati menuju Arcopodo

Berikutnya anda akan menemukan kawasan Kalimati dan dari tempat ini perjalanan akan dilanjutkan menuju Arcopodo dalam kurun waktu sekitar 1 jam. Kawasan ini sangat luas dan datar sehingga bisa dijadikan tempat untuk mendirikan kemah.

Tak jarang juga banyak pendaki yang menjadikan tempat ini sebagai camp terakhir sesaat sebelum summit attack.

Arcopodo menuju Puncak Mahameru

Jalur pendakian dari kawasan Arcopodo ke Puncak Mahameru menjadi trek yang terberat. Trek jalur ini memiliki medan berpasir yang sangat labil.

Karena hal tersebut maka trek ini sangat menyulitkan pergerakan kaki. Karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan gaiter yang dapat melindungi sepatu supaya tidak kemasukan pasir.

Jarak tempuh dari kawasan Arcopodo menuju Puncak Mahameru yaitu sekitar empat sampai enam jam. Lama waktu perjalanan juga sangat tergantung dengan kekuatan fisik pendaki.

Sementara untuk estimasi jarak serta waktu tempuh rute pendakian Gunung Semeru akan kami jelaskan di bawah ini.

Dari Ranupane menuju Landengan Dowo jaraknya sekitar 3 km dengan waktu tempuuh selama 1,5 jam. Selanjutnya, dari kawasan Landengan Dowo menuju ke Watu Rejeng memiliki jarak 3 km dengan waktu tempuh 1,5 jam.

Dari Watu Rejeng ke Ranu Kumbolo jarak yang harus ditempuh adalah 4,5 km dengan kurun waktu 2 jam. Sedangkan dari Ranu Kumbolo ke Oro-Oro Ombo hanya berjarak 1 km dengan waktu tempuh 30 menit.

Dari Oro-Oro Ombo menuju Cemoro Kandang jaraknya 1,5 km dengan waktu 30 menit. Selanjutnya perjalanan dari Cemoro Kandang menuju Jambangan jauhnya sekitar 3 km dan waktu tempuh selama 30 menit.

Perjalanan akan dilanjutkan dari kawaan Jambangan ke Kalimati yang memiliki jarak 2 km selama 30 menit. Berikutnya dari kawasan Kalimati menuju ke Arcopodo dengan jarak sejauh 1,2 km dengan waktu tempuh 2,5 jam.

Terakhir, perjalanan dilanjutkan dari Arcopodo menuju Cemoro Tunggal hingga ke Puncak Mahameru yang hanya berjarak                1,5 km namun memakan waktu sampai 3 – 4 jam.

Setelah sampai di puncak Mahameru, anda bisa menyaksikan lukisan alam yang sungguh luar biasa.

Bagaimana? Pasti anda ingin untuk menaklukan salah satu gunung tertinggi ini kan? Yuk, agendakan waktu serta persiapkan diri untuk melakukan pendakian Gunung Semeru!

Gambar Gravatar
Hidup itu petualangan yang berani atau tidak ada sama sekali.